Sistem Susu, juga dikenal sebagai asosiasi simpan pinjam bergilir (ROSCA), telah menjadi bentuk kerjasama dan dukungan keuangan tradisional di banyak budaya di seluruh dunia selama berabad-abad. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, praktik kuno ini kembali populer di kalangan generasi milenial.
Sistem Susu beroperasi dengan premis sederhana: sekelompok individu setuju untuk menyumbangkan sejumlah uang ke dana bersama secara teratur. Setiap anggota bergiliran menerima pembayaran sekaligus dari dana tersebut, sehingga mereka dapat mengakses jumlah uang yang lebih besar daripada yang dapat mereka simpan sendiri. Sistem ini didasarkan pada kepercayaan dan saling mendukung, dengan pemahaman bahwa setiap anggota akan menerima pembayarannya ketika gilirannya tiba.
Meskipun sistem Susu telah menjadi bagian dari banyak budaya selama beberapa generasi, generasi milenial semakin banyak yang menganut praktik ini karena beberapa alasan. Salah satu faktor utama yang mendorong tren ini adalah tantangan keuangan yang dihadapi banyak anak muda saat ini. Dengan meningkatnya utang pinjaman mahasiswa, gaji yang stagnan, dan tingginya biaya hidup, generasi milenial merasa kesulitan untuk menabung dan membangun kekayaan sendiri. Sistem Susu menawarkan cara untuk menyatukan sumber daya dan saling mendukung dalam mencapai tujuan keuangan.
Selain itu, sistem Susu memberikan rasa kebersamaan dan dukungan sosial yang seringkali kurang dalam masyarakat yang serba cepat dan individualistis saat ini. Dengan berpartisipasi dalam grup Susu, generasi milenial dapat terhubung dengan orang lain yang mempunyai nilai dan tujuan yang sama, sehingga menciptakan rasa persahabatan dan solidaritas. Aspek komunal dalam sistem Susu juga dapat membantu membangun kepercayaan dan membina hubungan antar anggota kelompok.
Alasan lain mengapa generasi milenial menyukai sistem Susu adalah kesederhanaan dan aksesibilitasnya. Berbeda dengan sistem perbankan tradisional, yang rumit dan menakutkan bagi banyak anak muda, sistem Susu sederhana dan mudah dipahami. Peserta dapat memulai grup Susu dengan teman, anggota keluarga, atau kolega, menjadikannya cara yang fleksibel dan inklusif untuk menabung dan menginvestasikan uang.
Selain manfaat praktis tersebut, sistem Susu juga menawarkan cara bagi generasi milenial untuk mendapatkan kembali dan merayakan warisan budaya mereka. Banyak generasi milenial yang berasal dari budaya di mana sistem Susu telah menjadi tradisi lama dan diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan berpartisipasi dalam kelompok Susu, generasi muda dapat terhubung dengan akar mereka dan menghormati praktik nenek moyang mereka.
Secara keseluruhan, kebangkitan sistem Susu di kalangan generasi milenial mencerminkan keinginan akan komunitas, dukungan, dan pemberdayaan finansial di dunia yang semakin tidak menentu. Dengan menerapkan praktik kuno ini, generasi muda menemukan cara baru untuk menabung, berinvestasi, dan membangun kekayaan bersama, sehingga menciptakan masa depan keuangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif bagi diri mereka sendiri dan komunitas mereka.
